PALI – TS.COM // Di tengah pembangunan dan berbagai program bantuan sosial, masih ada warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan seolah luput dari perhatian pemerintah.
Siti (51), warga Dusun III, Desa Purun, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menjadi salah satu gambaran nyata kehidupan warga yang bertahan dalam keterbatasan.
Siti yang akrab disapa Mpok Siti tinggal bersama anak lelakinya, Nurohman alias Inung, yang mengalami gangguan mental. Keduanya menempati sebuah rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan dan dinilai sudah tidak layak untuk dihuni.
Di tengah kondisi tersebut, Siti harus menjadi tulang punggung keluarga. Tanpa seorang suami, ia mengandalkan penghasilan dari pekerjaan sebagai tukang pijat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus merawat anaknya.
Kehidupan yang dijalani Siti bukan sekadar soal kekurangan ekonomi. Ia juga harus menghadapi kondisi rumah yang tidak layak huni serta kebutuhan anaknya yang memerlukan perhatian dan perawatan.
Ironisnya, Siti mengaku selama ini belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik dari Pemerintah Desa Purun maupun Pemerintah Kabupaten PALI.
“Selama ini saya tidak pernah mendapatkan bantuan apa pun dari pemerintah,” ungkap Siti.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian serius. Sebab, pemerintah desa merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat dan seharusnya mengetahui kondisi warganya, terutama mereka yang hidup dalam kemiskinan dan membutuhkan perhatian khusus.
Jangan sampai warga yang benar-benar membutuhkan justru tidak tersentuh program bantuan.
Pemerintah Desa Purun diharapkan segera turun tangan melakukan pendataan dan memastikan kondisi Siti beserta anaknya mendapat perhatian. Jika memenuhi persyaratan, keluarga tersebut patut diusulkan dalam berbagai program bantuan pemerintah, baik dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.
Bantuan perbaikan rumah, bantuan sosial, maupun program pemberdayaan ekonomi dapat menjadi salah satu jalan untuk meringankan beban keluarga tersebut.
Persoalan ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga menyangkut kepedulian dan kehadiran pemerintah terhadap masyarakat yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.
Siti tidak meminta kemewahan. Ia hanya membutuhkan perhatian agar dapat hidup lebih layak bersama anaknya.
Kini, harapan itu berada di tangan pemerintah. Jangan sampai kondisi rumah yang nyaris roboh dan kehidupan keluarga yang serba terbatas baru mendapat perhatian setelah terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (**)
